Kamis, 08 November 2018

Tugas Terstruktur

                                                      Tugas Terstruktur



BAB IPENDAHULUANA. TUJUANMengetahui tentang usaha mikro yang ada di lingkungan sekitar B. LATAR BELAKANGUsaha Mikro yaitu usaha produktif milik keluarga atau perorangan Warga NegaraIndonesia dan memiliki hasil penjualan paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratujutarupiahper tahun. Usaha Mikro dapamengajukan kredit kepada banpaling banyak Rp.50.000.000,-. Ciri-ciri usaha mikro yaitu:
Jenis barang/komoditi usahanya tidak selalu tetap, sewaktu-waktu dapat berganti;
Tempat usahanya tidak selalu menetap, sewaktu-waktu dapat pindah tempat;
Belum melakukan administrasi keuangan yang sederhana sekalipun, dan tidak memisahkan keuangan keluarga dengan keuangan usaha;
Sumber daya manusianya (pengusahanya) belum memiliki jiwa wirausaha yangmemadai;
Tingkat pendidikan rata-rata relatif sangat rendah;

Umumnya belum akses kepada perbankan, namun sebagian dari mereka sudah akses kelembaga keuangan non bank;
Umumnya tidak memiliki izin usaha atau persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP.Contoh usaha mikro
Usaha tani pemilik dan penggarap perorangan, peternak, nelayan dan pembudidaya;
Industri makanan dan minuman, industri meubelair pengolahan kayu dan rotan,industripandai besi pembuat alat-alat;
Usaha perdagangan seperti kaki lima serta pedagang di pasar dll.;
Peternakan ayam, itik dan perikanan;
Usaha jasa-jasa seperti perbengkelan, salon kecantikan, ojek dan penjahit (konveksi).BAB IIISIUsaha mikro yang akan kami bahas disini yaitu pedagang mie ayam yang biasa berjualandi perumahan Griya Limas Permai, Purwokerto. Pedagang setengah baya yang kami wawancarabernama bapak Natim, kelahiran Januari 1947. Namun, ketika ditanya kapan tanggalo lahirnya,bapak ini lupa tanggal pastinya. Mungkin karena sudah terlalu lama dan belum adanya aktekelahiran pada saat itu. Bapak kelahiran purwokerto ini mempunyai seorang istri dengan limaorang anak, sepuluh orang cucu dan seorang cicit. Bapak yang bertempat tinggal diarcawinangun dari lahir sampai sekarang. Begitu cintanya dengan tanah kelahirannya membuatPak Natim betah tinggal di sana. Bapak lima orang anak ini dulu sempat menjadi buruh di pabrik soun. Setelaberhenti dartempat kerjanya, pedaganmie ayaini mencoba peruntungandengan mengumpulkan dan menjual barang rongsok untuk menyambung hidup keluarganya.Pada tahun 1998 bapak Natim mencoba mengubah nasibnya menjadi lebih baik denganmemulai berjualan mie ayam. Untuk memulai usaha ini, bapak Natim mendapatkan modal usaha

berupa gerobak mie ayadarkerabatnya. Sedangkan untuk bahan-bahalainnysepertimangkok, dandang, botol, sendok, garpu, bapak Natim tidak ingat persis berapa modal yang iabutuhkan, tetapi untuk modal setiap harinya ia membeli mie, ayam, sawi hijau, minyak, bumbu-bumbu yang dipakai sekitar seratus ribu rupiah.Setiap harinya bapak Natim mulai berjualan dari pukul 12.00 siang hingga dagangannyahabis terjual. Biasanya ia tibdirumasebelumagrib seusai berjualanIa menjajakandagangannydarmulai arcawinangun hingga tujuan akhirnya yaitu di griya limas permai.Perumahan Griya Limas Permai mejadi salah satu tujuan usaha karena di perumahan tersebutbanyak mahasiswa in de kosyanakan menjadtarget jualannya dengan harapadapatmenghabiskan semua mie ayam dagangannya. Namun, beberapa tahun terakhir ini keuntunganyandidapadarberjualan mengalami penurunan. Hal ini dikarenakasudah banyaknyapenghuni kost yang berganti dari tahun ke tahun. Dimungkinkan karena perbedaan kebiasaanjajan mahasiswa sekarang yang lebih memilih makanan mengenyangkan.Walaupun berkurangnya konsumen saat ini, pak Natim tidak pernah berputus asa untuk terus berjualan. Keuntungan yang menyusut tidak menggetarkan semangat pak Natim. Sudahcukup baginya dengan bisa mendapatkan hasil untuk makan dan hidup keluarga.Harapan bapak Natim untuk usahanya ke depan tidaklah muluk-muluk. Hanya denganlakunya dagangan yang dijual sudah membuatnya merasa bahagia. Bapak Natim hanya berharaptidak selamanya bekerjaBeliau hanyingin bisberistirahat dan menikmati mastuanyabersama keluarga bahagianya.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2011  TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN  KEPELOPORAN PEMUDA, SERTA  PENYEDIAAN PRASARANA DAN SARANA KEPEMUDAAN





BAB I KETENTUAN UMUM 

Pasal 1 

Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 
1. Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. 
2. Kepemudaan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda. 
3. Pelayanan kepemudaan adalah penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, serta kepeloporan pemuda. 
4. Pengembangan kewirausahaan pemuda adalah kegiatan mengembangkan potensi keterampilan dan kemandirian berusaha. 
5. Pengembangan kepeloporan pemuda adalah kegiatan mengembangkan potensi dalam merintis jalan, melakukan terobosan, menjawab tantangan, dan memberikan jalan keluar atas pelbagai masalah. 

BAB II TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 

Pasal  2 
(1) Pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda, serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota.  
(2) Tugas Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk memfasilitasi pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda. 
(3) Tanggung jawab Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk menyediakan prasarana dan sarana kepemudaan. 

BAB III  PERENCANAAN  

Pasal  12
 (1) Pemerintah mencantumkan perencanaan pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda, serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan ke dalam: 
a. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional; b. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan  c. Rencana Pembangunan Tahunan Nasional. 
(2) Pemerintah daerah provinsi, dengan berpedoman pada perencanaan pembangunan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencantumkan perencanaan pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda, serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan ke dalam: a. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi; b. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi; dan c. Rencana Pembangunan Tahunan Pemerintah Daerah Provinsi. 
(3) Pemerintah daerah kabupaten/kota, dengan berpedoman pada perencanaan pembangunan nasional dan perencanaan pembangunan daerah provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) mencantumkan perencanaan pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda, serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan ke dalam: a. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten/Kota; b. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten/Kota; dan c. Rencana Pembangunan Tahunan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Kamis, 01 November 2018

TUGAS TERSTRUKTUR DAN TUGAS MANDIRI TIDAK TERSTRUKTUR

TUGAS TERSTRUKTUR
DAN TUGAS MANDIRI TIDAK TERSTRUKTUR



Sekolah :  SMK Negeri 5 Surakarta                  K`elas :  XII
Prog. Keahlian :  Semua Program keahlian      Semester : Gasal
Mata Pelajaran :  Prakarya dan Kewirausahaan      Tahun Pelajaran : 2015/2016

No
 Kompetensi Dasar
 Materi Pembelajaran
Tugas Kegiatan
Waktu Penyelesaian
 Keterangan
1
3.1 Mengidentifikasi produk kerajinan hiasan dari limbah
Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan dari Limbah
Kemukakan pendapat anda tentang  gelombang peradaban ekonomi yang dapat menggerakan industri kreatif
1 Oktober 2015
Terstruktur
2
3.1 Mengidentifikasi produk kerajinan hiasan dari limbah
Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan dari Limbah
Amati lingkungan sekitar, lihat buku,majalah dan internet perhatikan hiasan dari bahan limbah yg ada apa ada yg menerik ? kenapa produk itu menarik? Tempelkan gambar produk tsb pd selembar kertas dan berikan komentarmu

Tidak Terstruktur
3
3.1 Mengidentifikasi produk kerajinan hiasan dari limbah
Wirausaha Produk Kerajinan Hiasan dari Limbah
Identifikasikan limbah apa saja yang bisa dibuat untuk kerajinan yang mempunyai nilai Estetika dan nilai ekonomi
1 Oktober 2015
Terstruktur
4
3.2 Mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan dalam mendukung proses produk kerajinan dari bahan limbah
Sumber daya yang dikelola dalam dalam sebuah wirausaha
Menurut anda sumber daya apa saja yang dibutuhkan dalam wirausaha kerajinan limbah
1 Oktober 2015
Terstruktur
5.
3.3 Memahami proses produksi kerajinan dari bahan limbah diwilayah setempat melalui pengamatan dari berbagai sumber
Perencanaan desain produk kerajinan dari bahan limbah
Buatlah desain produk kerajinan dari bahan limbah
8 Oktober 2015
Terstruktur
6
3.3 Memahami proses produksi kerajinan dari bahan limbah diwilayah setempat melalui pengamatan dari berbagai sumber
Membuat produk kerajinan dari bahan limbah
Buatlah salah satu produk kerajinan dari bahan limbah

Tidak terstruktur
7
3.8 Menganalisis sikap dan perilaku wirausaha kerajinan limbah yang dapat mendukung keberhasilan dalam menjalankan usaha
Perhitungan biaya produksi kerajinan limbah
Buatlah rincian/kalkulasi biaya produksi kerajinan limbah yang telah anda buat pada tugas yang ke 6

Tidak terstruktur
8
3.8 Menganalisis sikap dan perilaku wirausaha kerajinan limbah yang dapat mendukung keberhasilan dalam menjalankan usaha
Pemasaran produk kerajinan limbah
Menurut anda bagaimana cara memasarkan produk kerajinan limbah dan pasar mana yang harus dituju

Tidak terstruktur

Silabus

Silabus


1. Identitas Mata Kuliah


Nama Mata Kuliah : Perencanaan Pembelajaran PKK
Nomor Kode : KB 502
Jumlah SKS : 2 SKS
Semester : 6
Kelompok Mata Kuliah : Mata Kuliah Profesi (MKP)
Program studi : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Status Mata Kuliah : Mata kuliah lanjutan setelah mata kuliah
                                                        Belajar dan Pembelajaran    
Prasyarat : Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran
Dosen : Dr. Yoyoh Jubaedah, M.Pd.


2. Tujuan

Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa memiliki kemampuan dalam memahami perencanaan pembelajaran PKK serta mampu membuat rencana pembelajaran PKK

3. Deskripsi isi

Dalam perkuliahan ini dibahas : konsep perencanaan pengajaran, Kompetensi dan Peran Guru dalam pembelajaran PKK, Model Desain Sistem Pembelajaran, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Silabus, RPP dan Modul sebagai Rencana Pembelajaran.

4. Pendekatan Pembelajaran

a. Pendekatan : Kelompok, Individual, Bervariasi
b. Metode : Ceramah, Tanya jawab, Pemberian tugas, Latihan
c. Media : Transparansi + OHP, Multimedia Proyektor.

5. Evaluasi

a. Kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan
b. Aktivitas mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan
c. Penyelesaian tugas individu dan kelompok
d. Ujian Tengah Semester (UTS)
e. Ujian Akhir Semester (UAS)








6. Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan


Pertemuan 1 :
Penjelasan tentang tujuan perkuliahan, ruanglingkup materi perkuliahan, pendekatan pembelajaran, sumber belajar dan penilaian yang dilakukan untuk mengukur keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan “Perencanan Pembelajaran PKK”.


Pertemuan 2 :
Konsep Perencanaan Pengajaran


Pertemuan 3 :
Kompetensi dan Peran Guru dalam pembelajaran PKK


Pertemuan 4 :
Model Desain Sistem Pembelajaran


Pertemuan 5 :
Model Desain Sistem Pembelajaran


Pertemuan 6 :
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


Pertemuan 7 :
Silabus sebagai rencana pembelajaran


Pertemuan 8 :
RPP sebagai rencana pembelajaran


Pertemuan 9 :
Ujian Tengah Semester (UTS)


Pertemuan 10 :
Latihan penyusunan RPP


Pertemuan 11 :
Modul sebagai rencana pembelajaran


Pertemuan 12 :
Simulasi mengimplementasikan RPP


Pertemuan 13 :
Simulasi mengimplementasikan RPP


Pertemuan 14 :
Simulasi mengimplementasikan RPP


Pertemuan 15 :
Simulasi mengimplementasikan RPP


Pertemuan 16 :
Ujian Akhir Semester (UAS)









7. Daftar Buku


Buku Utama :
Cooper, James M. (1990). Classroom Teaching Skills. Canada : D.C. Healt and Company.

Harjanto. (2003). Perencanaan Pengajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Ibrahim, R. dan Sukmadinata, N.S. (1996). Perencanaan Pengajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. (2006). Kurikulum & Pembelajaran. Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Pendidikan Indonesia.


Referensi :
Banathy, Bela H. (1968). Instructional System. California : Fearon Publishers.

Briggs, L.J. (1977). Instructional Design : Principles and Applications. New Jersey : Educational Technology Publications, Inc., Englewood Cliffs.

Hamalik, Oemar. (2002). Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

_______ (2001). Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Haryati, Mimin. (2007). Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi. Jakarta : Gaung Persada Press.

Houston, W.R.,dkk. (1988). To Touch The Future : Teach. New York : West Publishing.

Kemp, J.E. (1985). The Instructional Design Process. New York : Harper & Row Publishers, Inc.

Merril, D.M. (1972). Selecting Instructional Strategy and Media. New York : NSMI.

Mulyasa, E. (2006). Kurikulum Yang Disempurnakan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.   

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.